Lihat Detail
China Kini Akui Simpan Virus Corona dari Kelelawar di Laboratorium Wuhan, tapi Bantah Ada Kebocoran
China kini akhirnya mengakui bahwa menyimpan virus corona dari kelelawar di Laboratorium Wuhan.
Meski demikian, Tiongkok masih enggan mengakui bahwa terjadi kebocoran di Laboratorium tersebut.
Asal muasal virus corona hingga kini masih menjadi misteri dan teka-teki.
Namun misteri tersebut sepertinya perlahan mulai terkuak.
Di antara teori yang banyak berkembang terkait asal muasal virus Corona penyebab Covid-19 adalah berasal dari kebocoran yang terjadi di laboratorium di Wuhan, China.
Ya, memang terlihat sangat kebetulan virus Corona diketahui pertama kali menginfeksi manusia terjadi di Wuhan.
Sementara di kota yang sama, terdapat sebuah laboratorium milik Institut Virologi China yang banyak meneliti mengenai perkembangan virus.
Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mengaku memiliki bukti bahwa virus corona memang berasal dari lab tersebut.
Setelah sekian lama bungkam, petinggi dari Institut Virologi China akhirnya buka suara mengenai kondisi di laboratorium mereka.
Salah satu yang akhirnya mengejutkan, atau mungkin memuaskan dugaan, banyak pihak adalah pengakuan bahwa laboratorium tersebut memang memiliki virus Corona.
Bahkan, virus Corona tersebut diakui berasal dari kelelawar yang terdiri dari tiga galur (strain).
Namun, meski mengakui hal tersebut, mereka berani menjamin bahwa kebocoran adalah hal yang mustahil terjadi karena mereka memiliki suatu bukti yang kuat.
Teori konspirasi bahwa laboratorium di Wuhan bertanggung jawab dalam mewabahnya Covid-19 sebenarnya sudah menyeruak selama berbulan-bulan.
Namun, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kemudian melontarkannya ke permukaan, di mana mereka mengklaim sudah melihat bukti.
Lab itu kemudian menerima virus misterius tersebut pada 30 Desember, menentukan urutan genome, dan menginformasikannya kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 11 Januari.
Di wawancara yang disiarkan Sabtu malam (23/5/2020), Wang mengaku sebelum wabah ini ada, mereka tidak pernah menyimpan atau meneliti SARS-Cov-2.
"Faktanya, seperti yang lainnya, kami malah tak tahu virus ini ada. Jadi, bagaimana bisa bocor jika kami saja tak pernah menyimpannya?" tanya dia.
WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.
Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus corona yang mereka punya.
Institut virologi China memang mengaku mempunyai tiga galur ( strain) virus corona yang berasal dari kelelawar.
Namun berdasarkan keterangan dari laboratorium, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang mewabah di dunia.
Awalnya peneliti berpikir Covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.
Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus corona bocor dari laboratorium mereka "kebohongan murni".
Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.
"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.
Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".
Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.
"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.
Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS.
Sumber : tribunnewswiki.com
China kini akhirnya mengakui bahwa menyimpan virus corona dari kelelawar di Laboratorium Wuhan.
Meski demikian, Tiongkok masih enggan mengakui bahwa terjadi kebocoran di Laboratorium tersebut.
Asal muasal virus corona hingga kini masih menjadi misteri dan teka-teki.
Namun misteri tersebut sepertinya perlahan mulai terkuak.
Di antara teori yang banyak berkembang terkait asal muasal virus Corona penyebab Covid-19 adalah berasal dari kebocoran yang terjadi di laboratorium di Wuhan, China.
Ya, memang terlihat sangat kebetulan virus Corona diketahui pertama kali menginfeksi manusia terjadi di Wuhan.
Sementara di kota yang sama, terdapat sebuah laboratorium milik Institut Virologi China yang banyak meneliti mengenai perkembangan virus.
Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mengaku memiliki bukti bahwa virus corona memang berasal dari lab tersebut.
Setelah sekian lama bungkam, petinggi dari Institut Virologi China akhirnya buka suara mengenai kondisi di laboratorium mereka.
Salah satu yang akhirnya mengejutkan, atau mungkin memuaskan dugaan, banyak pihak adalah pengakuan bahwa laboratorium tersebut memang memiliki virus Corona.
Bahkan, virus Corona tersebut diakui berasal dari kelelawar yang terdiri dari tiga galur (strain).
Namun, meski mengakui hal tersebut, mereka berani menjamin bahwa kebocoran adalah hal yang mustahil terjadi karena mereka memiliki suatu bukti yang kuat.
Teori konspirasi bahwa laboratorium di Wuhan bertanggung jawab dalam mewabahnya Covid-19 sebenarnya sudah menyeruak selama berbulan-bulan.
Namun, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kemudian melontarkannya ke permukaan, di mana mereka mengklaim sudah melihat bukti.
Lab itu kemudian menerima virus misterius tersebut pada 30 Desember, menentukan urutan genome, dan menginformasikannya kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 11 Januari.
Di wawancara yang disiarkan Sabtu malam (23/5/2020), Wang mengaku sebelum wabah ini ada, mereka tidak pernah menyimpan atau meneliti SARS-Cov-2.
"Faktanya, seperti yang lainnya, kami malah tak tahu virus ini ada. Jadi, bagaimana bisa bocor jika kami saja tak pernah menyimpannya?" tanya dia.
WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.
Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus corona yang mereka punya.
Institut virologi China memang mengaku mempunyai tiga galur ( strain) virus corona yang berasal dari kelelawar.
Namun berdasarkan keterangan dari laboratorium, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang mewabah di dunia.
Awalnya peneliti berpikir Covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.
Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus corona bocor dari laboratorium mereka "kebohongan murni".
Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.
"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.
Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".
Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.
"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.
Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS.
Sumber : tribunnewswiki.com
China kini akhirnya mengakui bahwa menyimpan virus corona dari kelelawar di Laboratorium Wuhan.
Meski demikian, Tiongkok masih enggan mengakui bahwa terjadi kebocoran di Laboratorium tersebut.
Asal muasal virus corona hingga kini masih menjadi misteri dan teka-teki.
Namun misteri tersebut sepertinya perlahan mulai terkuak.
Di antara teori yang banyak berkembang terkait asal muasal virus Corona penyebab Covid-19 adalah berasal dari kebocoran yang terjadi di laboratorium di Wuhan, China.
Ya, memang terlihat sangat kebetulan virus Corona diketahui pertama kali menginfeksi manusia terjadi di Wuhan.
Sementara di kota yang sama, terdapat sebuah laboratorium milik Institut Virologi China yang banyak meneliti mengenai perkembangan virus.
Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mengaku memiliki bukti bahwa virus corona memang berasal dari lab tersebut.
Setelah sekian lama bungkam, petinggi dari Institut Virologi China akhirnya buka suara mengenai kondisi di laboratorium mereka.
Salah satu yang akhirnya mengejutkan, atau mungkin memuaskan dugaan, banyak pihak adalah pengakuan bahwa laboratorium tersebut memang memiliki virus Corona.
Bahkan, virus Corona tersebut diakui berasal dari kelelawar yang terdiri dari tiga galur (strain).
Namun, meski mengakui hal tersebut, mereka berani menjamin bahwa kebocoran adalah hal yang mustahil terjadi karena mereka memiliki suatu bukti yang kuat.
Teori konspirasi bahwa laboratorium di Wuhan bertanggung jawab dalam mewabahnya Covid-19 sebenarnya sudah menyeruak selama berbulan-bulan.
Namun, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kemudian melontarkannya ke permukaan, di mana mereka mengklaim sudah melihat bukti.
Lab itu kemudian menerima virus misterius tersebut pada 30 Desember, menentukan urutan genome, dan menginformasikannya kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 11 Januari.
Di wawancara yang disiarkan Sabtu malam (23/5/2020), Wang mengaku sebelum wabah ini ada, mereka tidak pernah menyimpan atau meneliti SARS-Cov-2.
"Faktanya, seperti yang lainnya, kami malah tak tahu virus ini ada. Jadi, bagaimana bisa bocor jika kami saja tak pernah menyimpannya?" tanya dia.
WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.
Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus corona yang mereka punya.
Institut virologi China memang mengaku mempunyai tiga galur ( strain) virus corona yang berasal dari kelelawar.
Namun berdasarkan keterangan dari laboratorium, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang mewabah di dunia.
Awalnya peneliti berpikir Covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.
Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus corona bocor dari laboratorium mereka "kebohongan murni".
Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.
"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.
Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".
Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.
"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.
Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS.
Sumber : tribunnewswiki.com
China kini akhirnya mengakui bahwa menyimpan virus corona dari kelelawar di Laboratorium Wuhan.
Meski demikian, Tiongkok masih enggan mengakui bahwa terjadi kebocoran di Laboratorium tersebut.
Asal muasal virus corona hingga kini masih menjadi misteri dan teka-teki.
Namun misteri tersebut sepertinya perlahan mulai terkuak.
Di antara teori yang banyak berkembang terkait asal muasal virus Corona penyebab Covid-19 adalah berasal dari kebocoran yang terjadi di laboratorium di Wuhan, China.
Ya, memang terlihat sangat kebetulan virus Corona diketahui pertama kali menginfeksi manusia terjadi di Wuhan.
Sementara di kota yang sama, terdapat sebuah laboratorium milik Institut Virologi China yang banyak meneliti mengenai perkembangan virus.
Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mengaku memiliki bukti bahwa virus corona memang berasal dari lab tersebut.
Setelah sekian lama bungkam, petinggi dari Institut Virologi China akhirnya buka suara mengenai kondisi di laboratorium mereka.
Salah satu yang akhirnya mengejutkan, atau mungkin memuaskan dugaan, banyak pihak adalah pengakuan bahwa laboratorium tersebut memang memiliki virus Corona.
Bahkan, virus Corona tersebut diakui berasal dari kelelawar yang terdiri dari tiga galur (strain).
Namun, meski mengakui hal tersebut, mereka berani menjamin bahwa kebocoran adalah hal yang mustahil terjadi karena mereka memiliki suatu bukti yang kuat.
Teori konspirasi bahwa laboratorium di Wuhan bertanggung jawab dalam mewabahnya Covid-19 sebenarnya sudah menyeruak selama berbulan-bulan.
Namun, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kemudian melontarkannya ke permukaan, di mana mereka mengklaim sudah melihat bukti.
Lab itu kemudian menerima virus misterius tersebut pada 30 Desember, menentukan urutan genome, dan menginformasikannya kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) di 11 Januari.
Di wawancara yang disiarkan Sabtu malam (23/5/2020), Wang mengaku sebelum wabah ini ada, mereka tidak pernah menyimpan atau meneliti SARS-Cov-2.
"Faktanya, seperti yang lainnya, kami malah tak tahu virus ini ada. Jadi, bagaimana bisa bocor jika kami saja tak pernah menyimpannya?" tanya dia.
WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.
Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus corona yang mereka punya.
Institut virologi China memang mengaku mempunyai tiga galur ( strain) virus corona yang berasal dari kelelawar.
Namun berdasarkan keterangan dari laboratorium, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang mewabah di dunia.
Awalnya peneliti berpikir Covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.
Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus corona bocor dari laboratorium mereka "kebohongan murni".
Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.
"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.
Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".
Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.
"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.
Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS.
Sumber : tribunnewswiki.com
Lihat Detail
"Ini Rumah Nenek Kami, Saat Mengetuk Pintu Ternyata Sudah Dijual"
DW (40), pemudik asal Jakarta yang hendak mudik ke rumah neneknya yang berada di Jalan Selakaso, Tasikmalaya, Jawa Barat, tak menyangka jika rumah neneknya sudah dijual.
"Ini rumah nenek kami. Tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata DW, dikutip dari TribunJabar.com. DW pun tak tahu keberadaan nenek. Ia bahkan sempat mencari neneknya hingga ke Pasar Cikurubuk, tetapi tidak ditemukan.
Diduga kehabisan uang saku, DW bersama istri dan dua anaknya terpaksa hidup terkatung-katung selama tiga hari di Jalan Selakaso.
Bahkan, mereka sudah dua malam tidur di emperan toko sekitar. Beruntung, ada warga yang mau membantu mereka. Sekarang DW beserta istri dan kedua anaknya sudah dibawa ke Dinas Soisal Tasikmalaya.
Sebelum dibawa ke Dinas Sosial Tasikmalaya, DW dan keluarganya terlebih dahulu ditemukan warga sekitar bernama Aris Kurniawan. Aris mengatakan, awalnya sekitar pukul 22.00 WIB, ia hendak pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan, ia melihat satu keluarga sedang tidur di emperan toko. Karena kasihan dan khawatir, ia kemudian mendekatinya. "Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya. Sedangkan DW masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.
Kemudian, kepada Aris, DW bercerita bahwa dirinya sudah mencari neneknya di sekitar Pasar Cikurubuk, tetapi tidak juga ditemukan. Setelah itu, Aris kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas. "Saya lapor ke penyekatan di Jalan Gunung Sabeulah," ujarnya.
Mendapat laporan dari warga, tak lama datang petugas dengan mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Pasalnya, berdasarkan informasi warga, salah satu keluarga DW mengalami sesak napas.
Untuk memastikan kondisi kesehatan keempatnya, petugas melakukan rapid test dan ternyata hasilnya nonreaktif alias negatif. Setelah ada kepastian itu, petugas kemudian mengevakuasi satu keluarga itu ke kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
DW (40), pemudik asal Jakarta yang hendak mudik ke rumah neneknya yang berada di Jalan Selakaso, Tasikmalaya, Jawa Barat, tak menyangka jika rumah neneknya sudah dijual.
"Ini rumah nenek kami. Tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata DW, dikutip dari TribunJabar.com. DW pun tak tahu keberadaan nenek. Ia bahkan sempat mencari neneknya hingga ke Pasar Cikurubuk, tetapi tidak ditemukan.
Diduga kehabisan uang saku, DW bersama istri dan dua anaknya terpaksa hidup terkatung-katung selama tiga hari di Jalan Selakaso.
Bahkan, mereka sudah dua malam tidur di emperan toko sekitar. Beruntung, ada warga yang mau membantu mereka. Sekarang DW beserta istri dan kedua anaknya sudah dibawa ke Dinas Soisal Tasikmalaya.
Sebelum dibawa ke Dinas Sosial Tasikmalaya, DW dan keluarganya terlebih dahulu ditemukan warga sekitar bernama Aris Kurniawan. Aris mengatakan, awalnya sekitar pukul 22.00 WIB, ia hendak pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan, ia melihat satu keluarga sedang tidur di emperan toko. Karena kasihan dan khawatir, ia kemudian mendekatinya. "Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya. Sedangkan DW masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.
Kemudian, kepada Aris, DW bercerita bahwa dirinya sudah mencari neneknya di sekitar Pasar Cikurubuk, tetapi tidak juga ditemukan. Setelah itu, Aris kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas. "Saya lapor ke penyekatan di Jalan Gunung Sabeulah," ujarnya.
Mendapat laporan dari warga, tak lama datang petugas dengan mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Pasalnya, berdasarkan informasi warga, salah satu keluarga DW mengalami sesak napas.
Untuk memastikan kondisi kesehatan keempatnya, petugas melakukan rapid test dan ternyata hasilnya nonreaktif alias negatif. Setelah ada kepastian itu, petugas kemudian mengevakuasi satu keluarga itu ke kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
DW (40), pemudik asal Jakarta yang hendak mudik ke rumah neneknya yang berada di Jalan Selakaso, Tasikmalaya, Jawa Barat, tak menyangka jika rumah neneknya sudah dijual.
"Ini rumah nenek kami. Tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata DW, dikutip dari TribunJabar.com. DW pun tak tahu keberadaan nenek. Ia bahkan sempat mencari neneknya hingga ke Pasar Cikurubuk, tetapi tidak ditemukan.
Diduga kehabisan uang saku, DW bersama istri dan dua anaknya terpaksa hidup terkatung-katung selama tiga hari di Jalan Selakaso.
Bahkan, mereka sudah dua malam tidur di emperan toko sekitar. Beruntung, ada warga yang mau membantu mereka. Sekarang DW beserta istri dan kedua anaknya sudah dibawa ke Dinas Soisal Tasikmalaya.
Sebelum dibawa ke Dinas Sosial Tasikmalaya, DW dan keluarganya terlebih dahulu ditemukan warga sekitar bernama Aris Kurniawan. Aris mengatakan, awalnya sekitar pukul 22.00 WIB, ia hendak pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan, ia melihat satu keluarga sedang tidur di emperan toko. Karena kasihan dan khawatir, ia kemudian mendekatinya. "Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya. Sedangkan DW masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.
Kemudian, kepada Aris, DW bercerita bahwa dirinya sudah mencari neneknya di sekitar Pasar Cikurubuk, tetapi tidak juga ditemukan. Setelah itu, Aris kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas. "Saya lapor ke penyekatan di Jalan Gunung Sabeulah," ujarnya.
Mendapat laporan dari warga, tak lama datang petugas dengan mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Pasalnya, berdasarkan informasi warga, salah satu keluarga DW mengalami sesak napas.
Untuk memastikan kondisi kesehatan keempatnya, petugas melakukan rapid test dan ternyata hasilnya nonreaktif alias negatif. Setelah ada kepastian itu, petugas kemudian mengevakuasi satu keluarga itu ke kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
DW (40), pemudik asal Jakarta yang hendak mudik ke rumah neneknya yang berada di Jalan Selakaso, Tasikmalaya, Jawa Barat, tak menyangka jika rumah neneknya sudah dijual.
"Ini rumah nenek kami. Tapi saat kami mengetuk pintu, ternyata rumah nenek kami ini sudah dijual," kata DW, dikutip dari TribunJabar.com. DW pun tak tahu keberadaan nenek. Ia bahkan sempat mencari neneknya hingga ke Pasar Cikurubuk, tetapi tidak ditemukan.
Diduga kehabisan uang saku, DW bersama istri dan dua anaknya terpaksa hidup terkatung-katung selama tiga hari di Jalan Selakaso.
Bahkan, mereka sudah dua malam tidur di emperan toko sekitar. Beruntung, ada warga yang mau membantu mereka. Sekarang DW beserta istri dan kedua anaknya sudah dibawa ke Dinas Soisal Tasikmalaya.
Sebelum dibawa ke Dinas Sosial Tasikmalaya, DW dan keluarganya terlebih dahulu ditemukan warga sekitar bernama Aris Kurniawan. Aris mengatakan, awalnya sekitar pukul 22.00 WIB, ia hendak pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan, ia melihat satu keluarga sedang tidur di emperan toko. Karena kasihan dan khawatir, ia kemudian mendekatinya. "Saat saya mendekat, istri dan kedua anaknya tengah tertidur beralaskan seadanya. Sedangkan DW masih terduduk dengan mimik muka yang kebingungan," ujar Aris.
Kemudian, kepada Aris, DW bercerita bahwa dirinya sudah mencari neneknya di sekitar Pasar Cikurubuk, tetapi tidak juga ditemukan. Setelah itu, Aris kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas. "Saya lapor ke penyekatan di Jalan Gunung Sabeulah," ujarnya.
Mendapat laporan dari warga, tak lama datang petugas dengan mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap. Pasalnya, berdasarkan informasi warga, salah satu keluarga DW mengalami sesak napas.
Untuk memastikan kondisi kesehatan keempatnya, petugas melakukan rapid test dan ternyata hasilnya nonreaktif alias negatif. Setelah ada kepastian itu, petugas kemudian mengevakuasi satu keluarga itu ke kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.
Lihat Detail
Cerita M Nuh, Eks Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi, Pulang ke Rumah Diarak Warga
M Nuh, warga Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, sempat membuat heboh karena dirinya disebut-sebut sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 2,55 miliar dalam acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5/2020).
Selain itu, ia juga sempat diperiksa polisi karena saat acara lelang M Nuh mengaku sebagai seorang pengusaha. Setelah diperiksa, ternyata M Nuh adalah seorang buruh bangunan. Namun, ia tidak ditahan.
Usai namanya viral dan sempat membuat heboh, M Nuh pun menghilang tak ada kabar. Namun, pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, M Nuh terlihat berfoto dengan sejumlah warga.
Ternyata, ia sudah pulang ke rumahnya di Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi. Dalam foto yang beredar, M Nuh terlihat mengenakan baju berwarna putih, peci putih, dan lengkap dengan sarung.
Selain itu, dalam sebuah video, tampak terlihat M Nuh diarak warga dengan iringan kompangan. Ketua RT 20, Kampung Manggis, Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Ibrahim Husain mengatakan, saat ini M Nuh tengah berada di kediamannya.
"Benar, M Nuh sudah di rumahnya sekarang. Tadi sejumlah warga saya sempat arak dia, karena sempat viral itu mungkin," kata Ibrahim, dikutip dari TribunJambi.com.
Namun, hingga saat ini, pihak media belum bisa mengonfirmasi M Nuh secara langsung. Sebelumnya diketahui, nama M Nuh sempat membuat masyarakat heboh.
Pasalnya, ia merupakan pemenang lelang motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi senilai Rp 2,55 miliar pada acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo," Minggu (17/5/2020).
Namun, saat akan ditagih, ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, kepada polisi, M Nuh mengaku tak mengetahui bahwa acara yang diikutinya merupakan acara lelang.
"Yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat hadiah," kata Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi melalui pesan singkatnya, Kamis (21/5/2020).
Selain itu, M Nuh juga mengaku bahwa dia bukanlah pengusaha, melainkan seorang buruh harian lepas. Firman juga membantah bahwa pihaknya menangkap dan menahan pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu.
“Jadi memang tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," ujarnya. Karena yang bersangkutan ditagih, jadi ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. "Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," ungkapnya.
Setelah dilelang ulang, pemenang lelang adalah Warren Tanoesoedibjo. Warren merupakan putra dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
M Nuh, warga Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, sempat membuat heboh karena dirinya disebut-sebut sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 2,55 miliar dalam acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5/2020).
Selain itu, ia juga sempat diperiksa polisi karena saat acara lelang M Nuh mengaku sebagai seorang pengusaha. Setelah diperiksa, ternyata M Nuh adalah seorang buruh bangunan. Namun, ia tidak ditahan.
Usai namanya viral dan sempat membuat heboh, M Nuh pun menghilang tak ada kabar. Namun, pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, M Nuh terlihat berfoto dengan sejumlah warga.
Ternyata, ia sudah pulang ke rumahnya di Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi. Dalam foto yang beredar, M Nuh terlihat mengenakan baju berwarna putih, peci putih, dan lengkap dengan sarung.
Selain itu, dalam sebuah video, tampak terlihat M Nuh diarak warga dengan iringan kompangan. Ketua RT 20, Kampung Manggis, Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Ibrahim Husain mengatakan, saat ini M Nuh tengah berada di kediamannya.
"Benar, M Nuh sudah di rumahnya sekarang. Tadi sejumlah warga saya sempat arak dia, karena sempat viral itu mungkin," kata Ibrahim, dikutip dari TribunJambi.com.
Namun, hingga saat ini, pihak media belum bisa mengonfirmasi M Nuh secara langsung. Sebelumnya diketahui, nama M Nuh sempat membuat masyarakat heboh.
Pasalnya, ia merupakan pemenang lelang motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi senilai Rp 2,55 miliar pada acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo," Minggu (17/5/2020).
Namun, saat akan ditagih, ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, kepada polisi, M Nuh mengaku tak mengetahui bahwa acara yang diikutinya merupakan acara lelang.
"Yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat hadiah," kata Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi melalui pesan singkatnya, Kamis (21/5/2020).
Selain itu, M Nuh juga mengaku bahwa dia bukanlah pengusaha, melainkan seorang buruh harian lepas. Firman juga membantah bahwa pihaknya menangkap dan menahan pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu.
“Jadi memang tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," ujarnya. Karena yang bersangkutan ditagih, jadi ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. "Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," ungkapnya.
Setelah dilelang ulang, pemenang lelang adalah Warren Tanoesoedibjo. Warren merupakan putra dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
M Nuh, warga Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, sempat membuat heboh karena dirinya disebut-sebut sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 2,55 miliar dalam acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5/2020).
Selain itu, ia juga sempat diperiksa polisi karena saat acara lelang M Nuh mengaku sebagai seorang pengusaha. Setelah diperiksa, ternyata M Nuh adalah seorang buruh bangunan. Namun, ia tidak ditahan.
Usai namanya viral dan sempat membuat heboh, M Nuh pun menghilang tak ada kabar. Namun, pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, M Nuh terlihat berfoto dengan sejumlah warga.
Ternyata, ia sudah pulang ke rumahnya di Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi. Dalam foto yang beredar, M Nuh terlihat mengenakan baju berwarna putih, peci putih, dan lengkap dengan sarung.
Selain itu, dalam sebuah video, tampak terlihat M Nuh diarak warga dengan iringan kompangan. Ketua RT 20, Kampung Manggis, Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Ibrahim Husain mengatakan, saat ini M Nuh tengah berada di kediamannya.
"Benar, M Nuh sudah di rumahnya sekarang. Tadi sejumlah warga saya sempat arak dia, karena sempat viral itu mungkin," kata Ibrahim, dikutip dari TribunJambi.com.
Namun, hingga saat ini, pihak media belum bisa mengonfirmasi M Nuh secara langsung. Sebelumnya diketahui, nama M Nuh sempat membuat masyarakat heboh.
Pasalnya, ia merupakan pemenang lelang motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi senilai Rp 2,55 miliar pada acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo," Minggu (17/5/2020).
Namun, saat akan ditagih, ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, kepada polisi, M Nuh mengaku tak mengetahui bahwa acara yang diikutinya merupakan acara lelang.
"Yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat hadiah," kata Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi melalui pesan singkatnya, Kamis (21/5/2020).
Selain itu, M Nuh juga mengaku bahwa dia bukanlah pengusaha, melainkan seorang buruh harian lepas. Firman juga membantah bahwa pihaknya menangkap dan menahan pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu.
“Jadi memang tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," ujarnya. Karena yang bersangkutan ditagih, jadi ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. "Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," ungkapnya.
Setelah dilelang ulang, pemenang lelang adalah Warren Tanoesoedibjo. Warren merupakan putra dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
M Nuh, warga Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, sempat membuat heboh karena dirinya disebut-sebut sebagai pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 2,55 miliar dalam acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu (17/5/2020).
Selain itu, ia juga sempat diperiksa polisi karena saat acara lelang M Nuh mengaku sebagai seorang pengusaha. Setelah diperiksa, ternyata M Nuh adalah seorang buruh bangunan. Namun, ia tidak ditahan.
Usai namanya viral dan sempat membuat heboh, M Nuh pun menghilang tak ada kabar. Namun, pada hari pertama Idul Fitri 1441 H, M Nuh terlihat berfoto dengan sejumlah warga.
Ternyata, ia sudah pulang ke rumahnya di Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi. Dalam foto yang beredar, M Nuh terlihat mengenakan baju berwarna putih, peci putih, dan lengkap dengan sarung.
Selain itu, dalam sebuah video, tampak terlihat M Nuh diarak warga dengan iringan kompangan. Ketua RT 20, Kampung Manggis, Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Ibrahim Husain mengatakan, saat ini M Nuh tengah berada di kediamannya.
"Benar, M Nuh sudah di rumahnya sekarang. Tadi sejumlah warga saya sempat arak dia, karena sempat viral itu mungkin," kata Ibrahim, dikutip dari TribunJambi.com.
Namun, hingga saat ini, pihak media belum bisa mengonfirmasi M Nuh secara langsung. Sebelumnya diketahui, nama M Nuh sempat membuat masyarakat heboh.
Pasalnya, ia merupakan pemenang lelang motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi senilai Rp 2,55 miliar pada acara konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo," Minggu (17/5/2020).
Namun, saat akan ditagih, ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, kepada polisi, M Nuh mengaku tak mengetahui bahwa acara yang diikutinya merupakan acara lelang.
"Yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat hadiah," kata Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi melalui pesan singkatnya, Kamis (21/5/2020).
Selain itu, M Nuh juga mengaku bahwa dia bukanlah pengusaha, melainkan seorang buruh harian lepas. Firman juga membantah bahwa pihaknya menangkap dan menahan pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu.
“Jadi memang tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," ujarnya. Karena yang bersangkutan ditagih, jadi ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian. "Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," ungkapnya.
Setelah dilelang ulang, pemenang lelang adalah Warren Tanoesoedibjo. Warren merupakan putra dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Lihat Detail
Oknum Honorer Pelaku Penistaan Agama Ini Langsung Ditangkap Polisi
Gernal Lundu, 31, tenaga honorer pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Simalungun, Sumut, ditangkap polisi karena diduga telah melakukan penistaan agama.
“Kasus ini dilaporkan karena terjadi penistaan terhadap salah satu agama melalui medsos FB. Pelakunya berinisial GN, pekerjaan Pendamping Desa Bosar Maligas,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja sebagaimana dilansir sumutpos.co, Jumat.
Tatan mengatakan Gernal diamankan berdasarkan laporan nomor LP/42/V/2020/SU/Simal-Dagang, Kamis (21/5). Gernal sempat dibawa ke Kantor Camat Perdagangan untuk dimintai klarifikasi.
“Klarifikasi atas postingan penistaan agama ini telah dilakukan di Kantor Camat Perdagangan dan diakui terlapor,” ucap Tatan.
Selain itu, kata Tatan, kepolisian juga melakukan mediasi yang turut dihadiri Muspika Kecamatan Bandar, Kepala KUA Kecamatan Bandar, Anggota DPRD Simalungun serta tokoh pemuda dan ormas Islam di Kecamatan Bandar.
“Dalam mediasi diambil kesepakatan, bahwa persoalan penistaan ini tetap diambil melalui jalur hukum,” katanya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Mari kita bersama menjaga situasi Kamtibmas,” pungkasnya.
Tatan belum menjelaskan status hukum Gernal. Dia mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.
Ada tiga postingan pada kolom komentar Facebook yang diduga ditulis Gernal dan berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Habib Bahar.
Antara lain, ‘Nabi Muhammad tukang s***i’, ‘Apalah yang kalian banggakan dari Muhammad si *** ** itu’ dan ‘Habib Bahar itu adalah ustaz sampah tikus’.
Kasus ini kini ditangani Polres Simalungun. Tatan belum menjelaskan detail status hukum Gernal.
“Personel Polsek Perdagangan melimpahkan perkara tersebut ke Sat Reskrim Polres Simalungun,” ujarnya.
Sumber : jpnn.com
Gernal Lundu, 31, tenaga honorer pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Simalungun, Sumut, ditangkap polisi karena diduga telah melakukan penistaan agama.
“Kasus ini dilaporkan karena terjadi penistaan terhadap salah satu agama melalui medsos FB. Pelakunya berinisial GN, pekerjaan Pendamping Desa Bosar Maligas,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja sebagaimana dilansir sumutpos.co, Jumat.
Tatan mengatakan Gernal diamankan berdasarkan laporan nomor LP/42/V/2020/SU/Simal-Dagang, Kamis (21/5). Gernal sempat dibawa ke Kantor Camat Perdagangan untuk dimintai klarifikasi.
“Klarifikasi atas postingan penistaan agama ini telah dilakukan di Kantor Camat Perdagangan dan diakui terlapor,” ucap Tatan.
Selain itu, kata Tatan, kepolisian juga melakukan mediasi yang turut dihadiri Muspika Kecamatan Bandar, Kepala KUA Kecamatan Bandar, Anggota DPRD Simalungun serta tokoh pemuda dan ormas Islam di Kecamatan Bandar.
“Dalam mediasi diambil kesepakatan, bahwa persoalan penistaan ini tetap diambil melalui jalur hukum,” katanya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Mari kita bersama menjaga situasi Kamtibmas,” pungkasnya.
Tatan belum menjelaskan status hukum Gernal. Dia mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.
Ada tiga postingan pada kolom komentar Facebook yang diduga ditulis Gernal dan berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Habib Bahar.
Antara lain, ‘Nabi Muhammad tukang s***i’, ‘Apalah yang kalian banggakan dari Muhammad si *** ** itu’ dan ‘Habib Bahar itu adalah ustaz sampah tikus’.
Kasus ini kini ditangani Polres Simalungun. Tatan belum menjelaskan detail status hukum Gernal.
“Personel Polsek Perdagangan melimpahkan perkara tersebut ke Sat Reskrim Polres Simalungun,” ujarnya.
Sumber : jpnn.com
Gernal Lundu, 31, tenaga honorer pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Simalungun, Sumut, ditangkap polisi karena diduga telah melakukan penistaan agama.
“Kasus ini dilaporkan karena terjadi penistaan terhadap salah satu agama melalui medsos FB. Pelakunya berinisial GN, pekerjaan Pendamping Desa Bosar Maligas,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja sebagaimana dilansir sumutpos.co, Jumat.
Tatan mengatakan Gernal diamankan berdasarkan laporan nomor LP/42/V/2020/SU/Simal-Dagang, Kamis (21/5). Gernal sempat dibawa ke Kantor Camat Perdagangan untuk dimintai klarifikasi.
“Klarifikasi atas postingan penistaan agama ini telah dilakukan di Kantor Camat Perdagangan dan diakui terlapor,” ucap Tatan.
Selain itu, kata Tatan, kepolisian juga melakukan mediasi yang turut dihadiri Muspika Kecamatan Bandar, Kepala KUA Kecamatan Bandar, Anggota DPRD Simalungun serta tokoh pemuda dan ormas Islam di Kecamatan Bandar.
“Dalam mediasi diambil kesepakatan, bahwa persoalan penistaan ini tetap diambil melalui jalur hukum,” katanya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Mari kita bersama menjaga situasi Kamtibmas,” pungkasnya.
Tatan belum menjelaskan status hukum Gernal. Dia mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.
Ada tiga postingan pada kolom komentar Facebook yang diduga ditulis Gernal dan berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Habib Bahar.
Antara lain, ‘Nabi Muhammad tukang s***i’, ‘Apalah yang kalian banggakan dari Muhammad si *** ** itu’ dan ‘Habib Bahar itu adalah ustaz sampah tikus’.
Kasus ini kini ditangani Polres Simalungun. Tatan belum menjelaskan detail status hukum Gernal.
“Personel Polsek Perdagangan melimpahkan perkara tersebut ke Sat Reskrim Polres Simalungun,” ujarnya.
Sumber : jpnn.com
Gernal Lundu, 31, tenaga honorer pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Simalungun, Sumut, ditangkap polisi karena diduga telah melakukan penistaan agama.
“Kasus ini dilaporkan karena terjadi penistaan terhadap salah satu agama melalui medsos FB. Pelakunya berinisial GN, pekerjaan Pendamping Desa Bosar Maligas,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja sebagaimana dilansir sumutpos.co, Jumat.
Tatan mengatakan Gernal diamankan berdasarkan laporan nomor LP/42/V/2020/SU/Simal-Dagang, Kamis (21/5). Gernal sempat dibawa ke Kantor Camat Perdagangan untuk dimintai klarifikasi.
“Klarifikasi atas postingan penistaan agama ini telah dilakukan di Kantor Camat Perdagangan dan diakui terlapor,” ucap Tatan.
Selain itu, kata Tatan, kepolisian juga melakukan mediasi yang turut dihadiri Muspika Kecamatan Bandar, Kepala KUA Kecamatan Bandar, Anggota DPRD Simalungun serta tokoh pemuda dan ormas Islam di Kecamatan Bandar.
“Dalam mediasi diambil kesepakatan, bahwa persoalan penistaan ini tetap diambil melalui jalur hukum,” katanya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Mari kita bersama menjaga situasi Kamtibmas,” pungkasnya.
Tatan belum menjelaskan status hukum Gernal. Dia mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.
Ada tiga postingan pada kolom komentar Facebook yang diduga ditulis Gernal dan berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Habib Bahar.
Antara lain, ‘Nabi Muhammad tukang s***i’, ‘Apalah yang kalian banggakan dari Muhammad si *** ** itu’ dan ‘Habib Bahar itu adalah ustaz sampah tikus’.
Kasus ini kini ditangani Polres Simalungun. Tatan belum menjelaskan detail status hukum Gernal.
“Personel Polsek Perdagangan melimpahkan perkara tersebut ke Sat Reskrim Polres Simalungun,” ujarnya.
Sumber : jpnn.com
Lihat Detail
Sering Diludahi dan Dipukul Istri, Pria Ini Malah Berdoa Begini, Sedih Sekali
Seorang pria bernama Aslan Abdullah, 70, warga Tanah Kusir, Jakarta Selatan, benar-benar bernasib malang.
Ia sedih tak bisa merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 H bersama keluarga.
Lansia yang tinggal di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan ini harus mengemis di tepi jalan agar bisa bertahan hidup.
Namun uang pemberian dan belas kasih dari orang lain seringkali dirampas oleh istri dan anaknya.
Aslan mengaku sering dipukul oleh istrinya sendiri dan dimaki-maki dengan kata-kata kasar.
“Ngatain tua tolol, bego. Saya kadang-kadang gak kuat,” ucap Aslan dalam video yang diunggah akun @gosipnyinyir2, Minggu (24/5/2020).
Rekaman video Aslan Abdullah tersebut sempat viral dan tersebar di media sosial.
Aslan mengaku harus mengemis agar bisa mendapatkan uang.
Namun dia seringkali diludahi, diusir dan dimarahi warga sekitar.
Aslan mengaku sudah tidak kuat lagi bertahan hidup. Ia berharap malaikat maut segera mencabut nyawanya.
“Saya minta ya Allah, malaikat yang di atas langit turunlah. Tolonglah saya ya malaikat Izrail, cabut nyawa saya,” ucapnya dengan suara serak.
Dengan kondisinya yang sudah tua renta dan lumpuh, Aslan tidak bisa lagi mencari nafkah selain mengemis.
Namun dia tetap harus bisa mendapatkan uang agar bisa bertahan hidup dan bisa membayar uang kontrakan.
“Uangnya buat bayar kontrakan rumah sebulan 500.000. Kemarin saya udah bayar Rp300.000, kurang Rp200.000,” tandas Aslan.
Sumber : jpnn.com
Seorang pria bernama Aslan Abdullah, 70, warga Tanah Kusir, Jakarta Selatan, benar-benar bernasib malang.
Ia sedih tak bisa merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 H bersama keluarga.
Lansia yang tinggal di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan ini harus mengemis di tepi jalan agar bisa bertahan hidup.
Namun uang pemberian dan belas kasih dari orang lain seringkali dirampas oleh istri dan anaknya.
Aslan mengaku sering dipukul oleh istrinya sendiri dan dimaki-maki dengan kata-kata kasar.
“Ngatain tua tolol, bego. Saya kadang-kadang gak kuat,” ucap Aslan dalam video yang diunggah akun @gosipnyinyir2, Minggu (24/5/2020).
Rekaman video Aslan Abdullah tersebut sempat viral dan tersebar di media sosial.
Aslan mengaku harus mengemis agar bisa mendapatkan uang.
Namun dia seringkali diludahi, diusir dan dimarahi warga sekitar.
Aslan mengaku sudah tidak kuat lagi bertahan hidup. Ia berharap malaikat maut segera mencabut nyawanya.
“Saya minta ya Allah, malaikat yang di atas langit turunlah. Tolonglah saya ya malaikat Izrail, cabut nyawa saya,” ucapnya dengan suara serak.
Dengan kondisinya yang sudah tua renta dan lumpuh, Aslan tidak bisa lagi mencari nafkah selain mengemis.
Namun dia tetap harus bisa mendapatkan uang agar bisa bertahan hidup dan bisa membayar uang kontrakan.
“Uangnya buat bayar kontrakan rumah sebulan 500.000. Kemarin saya udah bayar Rp300.000, kurang Rp200.000,” tandas Aslan.
Sumber : jpnn.com
Seorang pria bernama Aslan Abdullah, 70, warga Tanah Kusir, Jakarta Selatan, benar-benar bernasib malang.
Ia sedih tak bisa merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 H bersama keluarga.
Lansia yang tinggal di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan ini harus mengemis di tepi jalan agar bisa bertahan hidup.
Namun uang pemberian dan belas kasih dari orang lain seringkali dirampas oleh istri dan anaknya.
Aslan mengaku sering dipukul oleh istrinya sendiri dan dimaki-maki dengan kata-kata kasar.
“Ngatain tua tolol, bego. Saya kadang-kadang gak kuat,” ucap Aslan dalam video yang diunggah akun @gosipnyinyir2, Minggu (24/5/2020).
Rekaman video Aslan Abdullah tersebut sempat viral dan tersebar di media sosial.
Aslan mengaku harus mengemis agar bisa mendapatkan uang.
Namun dia seringkali diludahi, diusir dan dimarahi warga sekitar.
Aslan mengaku sudah tidak kuat lagi bertahan hidup. Ia berharap malaikat maut segera mencabut nyawanya.
“Saya minta ya Allah, malaikat yang di atas langit turunlah. Tolonglah saya ya malaikat Izrail, cabut nyawa saya,” ucapnya dengan suara serak.
Dengan kondisinya yang sudah tua renta dan lumpuh, Aslan tidak bisa lagi mencari nafkah selain mengemis.
Namun dia tetap harus bisa mendapatkan uang agar bisa bertahan hidup dan bisa membayar uang kontrakan.
“Uangnya buat bayar kontrakan rumah sebulan 500.000. Kemarin saya udah bayar Rp300.000, kurang Rp200.000,” tandas Aslan.
Sumber : jpnn.com
Lihat Detail
Kisah Nyata Anak Manusia yang Berubah Menjadi Batu
Ini bukan dongeng tentang Malin Kundang, anak durhaka pada ibu yang dikutuk jadi batu.
Hari itu, Bumi tiba-tiba berguncang hebat, udara dipenuhi hawa panas.
Seorang bocah lelaki berlari sekecang mungkin, matanya dipenuhi horor, teriakan tangisnya diredam gemuruh alam yang mengerikan.
Ia menghampiri sang ibu, mencari perlindungan di pangkuan perempuan yang melahirkannya itu.
Hampir 2.000 tahun kemudian, jasad bocah 4 tahun itu ditemukan di antara puing-puing Kota Pompeii. Tubuhnya dimumikan secara alami, menjadi patung.
Kala itu, tahun 79 Masehi, ‘Vesuvius’ bangun dari tidurnya. Gunung itu terus bergolak mencurigakan. Namun, warga Pompeii terlalu takut meninggalkan rumah.
Saat erupsi terjadi pada November, seluruh kota, juga semua manusia yang ada di dalamnya terkubur awan panas dan abu yang ironisnya membuat jasad mereka ‘abadi’.
Diperkirakan sekitar 10.000 hingga 25.000 orang tumpas seketika. Waktu menyingkap lapisan abu mengungkap kondisi terakhir warga di Pompei, saat mereka menemui ajal.
Banyak dari mereka ditemukan berkerumun di gudang atau dermaga di pelabuhan — frustrasi mencari celah di kapal terakhir yang diharapkan meloloskan mereka dari maut.
Sejumlah orang berkumpul di tempat umum, lainnya menghadapi maut di rumah.
Mumi si bocah adalah yang terbaru yang ditemukan. Ia ada di pangkuan ibunya. Sementara, jasad ayah dan satu saudaranya ditemukan tak jauh.
Jasad-jasad itu ditemukan di lokasi ‘House of the Golden Bracelet’ — salah satu rumah paling mewah di area Insula Occendentalis, Pompeii.
Insula Occendentalis adalah area bergengsi. Pusat bisnis dan toko-toko berjajar sepanjang jalan. Hanya orang kaya dan kaum elite yang mampu menjadikannya alamat.
Sejumlah ahli berpendapat, keluarga tersebut adalah pemilik rumah tersebut.
Sebelum diterjang material erupsi Pompeii, rumah berdinding batu itu sangat megah, dengan lukisan dinding, dihiasi patung perunggu dan batu, serta memiliki taman yang luas. Ditambah pemandangan spektakuler laut di dekatnya.
Di dekat jenazah keluarga muda itu, ditemukan banyak perhiasan dan lebih dari 200 koin emas dan perak. Namun, yang paling berharga menempel di tubuh sang ratu rumah tangga.
Yakni, gelang emas dengan ukiran 2 kepala ular, dengan berat mencapai 0,6 kilogram — yang membuat rumahnya kemudian dijuluki ‘House of the Golden Bracelet’ oleh para arkeolog.
Kematian datang dengan cepat menghampiri keluarga itu. Awan panas dan abu yang panasnya mencapai 300 derajat Celcius menerjang mereka.
Tugas mengawetkan dan memulihkan jasad mereka menjadi pengalaman emosional bagi para staf museum.
“Meski tragedi tersebut terjadi 2.000 tahun lalu, objek yang seperti patung itu dulunya adalah seorang bocah, seorang ibu, sebuah keluarga. Bukan sekadar objek arkeologi, tapi manusia,” kata konservator Naples National Archaeological Museum, Stefania Giudice, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Kamis (4/6/2015).
“Adalah momentum yang mengetarkan saat kami menangani jasad-jasad ini, saat kami menambahkan plester pada jasad mereka yang membatu,” kata Giudice.
Mumi keluarga malang tersebut, dan 82 orang lainnya dipamerkan dalam pameran Amphitheatre of Pompeii yang akan dibuka pekan ini.
Sumber : liputan6.com
Ini bukan dongeng tentang Malin Kundang, anak durhaka pada ibu yang dikutuk jadi batu.
Hari itu, Bumi tiba-tiba berguncang hebat, udara dipenuhi hawa panas.
Seorang bocah lelaki berlari sekecang mungkin, matanya dipenuhi horor, teriakan tangisnya diredam gemuruh alam yang mengerikan.
Ia menghampiri sang ibu, mencari perlindungan di pangkuan perempuan yang melahirkannya itu.
Hampir 2.000 tahun kemudian, jasad bocah 4 tahun itu ditemukan di antara puing-puing Kota Pompeii. Tubuhnya dimumikan secara alami, menjadi patung.
Kala itu, tahun 79 Masehi, ‘Vesuvius’ bangun dari tidurnya. Gunung itu terus bergolak mencurigakan. Namun, warga Pompeii terlalu takut meninggalkan rumah.
Saat erupsi terjadi pada November, seluruh kota, juga semua manusia yang ada di dalamnya terkubur awan panas dan abu yang ironisnya membuat jasad mereka ‘abadi’.
Diperkirakan sekitar 10.000 hingga 25.000 orang tumpas seketika. Waktu menyingkap lapisan abu mengungkap kondisi terakhir warga di Pompei, saat mereka menemui ajal.
Banyak dari mereka ditemukan berkerumun di gudang atau dermaga di pelabuhan — frustrasi mencari celah di kapal terakhir yang diharapkan meloloskan mereka dari maut.
Sejumlah orang berkumpul di tempat umum, lainnya menghadapi maut di rumah.
Mumi si bocah adalah yang terbaru yang ditemukan. Ia ada di pangkuan ibunya. Sementara, jasad ayah dan satu saudaranya ditemukan tak jauh.
Jasad-jasad itu ditemukan di lokasi ‘House of the Golden Bracelet’ — salah satu rumah paling mewah di area Insula Occendentalis, Pompeii.
Insula Occendentalis adalah area bergengsi. Pusat bisnis dan toko-toko berjajar sepanjang jalan. Hanya orang kaya dan kaum elite yang mampu menjadikannya alamat.
Sejumlah ahli berpendapat, keluarga tersebut adalah pemilik rumah tersebut.
Sebelum diterjang material erupsi Pompeii, rumah berdinding batu itu sangat megah, dengan lukisan dinding, dihiasi patung perunggu dan batu, serta memiliki taman yang luas. Ditambah pemandangan spektakuler laut di dekatnya.
Di dekat jenazah keluarga muda itu, ditemukan banyak perhiasan dan lebih dari 200 koin emas dan perak. Namun, yang paling berharga menempel di tubuh sang ratu rumah tangga.
Yakni, gelang emas dengan ukiran 2 kepala ular, dengan berat mencapai 0,6 kilogram — yang membuat rumahnya kemudian dijuluki ‘House of the Golden Bracelet’ oleh para arkeolog.
Kematian datang dengan cepat menghampiri keluarga itu. Awan panas dan abu yang panasnya mencapai 300 derajat Celcius menerjang mereka.
Tugas mengawetkan dan memulihkan jasad mereka menjadi pengalaman emosional bagi para staf museum.
“Meski tragedi tersebut terjadi 2.000 tahun lalu, objek yang seperti patung itu dulunya adalah seorang bocah, seorang ibu, sebuah keluarga. Bukan sekadar objek arkeologi, tapi manusia,” kata konservator Naples National Archaeological Museum, Stefania Giudice, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Kamis (4/6/2015).
“Adalah momentum yang mengetarkan saat kami menangani jasad-jasad ini, saat kami menambahkan plester pada jasad mereka yang membatu,” kata Giudice.
Mumi keluarga malang tersebut, dan 82 orang lainnya dipamerkan dalam pameran Amphitheatre of Pompeii yang akan dibuka pekan ini.
Sumber : liputan6.com
Ini bukan dongeng tentang Malin Kundang, anak durhaka pada ibu yang dikutuk jadi batu.
Hari itu, Bumi tiba-tiba berguncang hebat, udara dipenuhi hawa panas.
Seorang bocah lelaki berlari sekecang mungkin, matanya dipenuhi horor, teriakan tangisnya diredam gemuruh alam yang mengerikan.
Ia menghampiri sang ibu, mencari perlindungan di pangkuan perempuan yang melahirkannya itu.
Hampir 2.000 tahun kemudian, jasad bocah 4 tahun itu ditemukan di antara puing-puing Kota Pompeii. Tubuhnya dimumikan secara alami, menjadi patung.
Kala itu, tahun 79 Masehi, ‘Vesuvius’ bangun dari tidurnya. Gunung itu terus bergolak mencurigakan. Namun, warga Pompeii terlalu takut meninggalkan rumah.
Saat erupsi terjadi pada November, seluruh kota, juga semua manusia yang ada di dalamnya terkubur awan panas dan abu yang ironisnya membuat jasad mereka ‘abadi’.
Diperkirakan sekitar 10.000 hingga 25.000 orang tumpas seketika. Waktu menyingkap lapisan abu mengungkap kondisi terakhir warga di Pompei, saat mereka menemui ajal.
Banyak dari mereka ditemukan berkerumun di gudang atau dermaga di pelabuhan — frustrasi mencari celah di kapal terakhir yang diharapkan meloloskan mereka dari maut.
Sejumlah orang berkumpul di tempat umum, lainnya menghadapi maut di rumah.
Mumi si bocah adalah yang terbaru yang ditemukan. Ia ada di pangkuan ibunya. Sementara, jasad ayah dan satu saudaranya ditemukan tak jauh.
Jasad-jasad itu ditemukan di lokasi ‘House of the Golden Bracelet’ — salah satu rumah paling mewah di area Insula Occendentalis, Pompeii.
Insula Occendentalis adalah area bergengsi. Pusat bisnis dan toko-toko berjajar sepanjang jalan. Hanya orang kaya dan kaum elite yang mampu menjadikannya alamat.
Sejumlah ahli berpendapat, keluarga tersebut adalah pemilik rumah tersebut.
Sebelum diterjang material erupsi Pompeii, rumah berdinding batu itu sangat megah, dengan lukisan dinding, dihiasi patung perunggu dan batu, serta memiliki taman yang luas. Ditambah pemandangan spektakuler laut di dekatnya.
Di dekat jenazah keluarga muda itu, ditemukan banyak perhiasan dan lebih dari 200 koin emas dan perak. Namun, yang paling berharga menempel di tubuh sang ratu rumah tangga.
Yakni, gelang emas dengan ukiran 2 kepala ular, dengan berat mencapai 0,6 kilogram — yang membuat rumahnya kemudian dijuluki ‘House of the Golden Bracelet’ oleh para arkeolog.
Kematian datang dengan cepat menghampiri keluarga itu. Awan panas dan abu yang panasnya mencapai 300 derajat Celcius menerjang mereka.
Tugas mengawetkan dan memulihkan jasad mereka menjadi pengalaman emosional bagi para staf museum.
“Meski tragedi tersebut terjadi 2.000 tahun lalu, objek yang seperti patung itu dulunya adalah seorang bocah, seorang ibu, sebuah keluarga. Bukan sekadar objek arkeologi, tapi manusia,” kata konservator Naples National Archaeological Museum, Stefania Giudice, seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Kamis (4/6/2015).
“Adalah momentum yang mengetarkan saat kami menangani jasad-jasad ini, saat kami menambahkan plester pada jasad mereka yang membatu,” kata Giudice.
Mumi keluarga malang tersebut, dan 82 orang lainnya dipamerkan dalam pameran Amphitheatre of Pompeii yang akan dibuka pekan ini.
Sumber : liputan6.com
Lihat Detail
Keren! Penghasilan Baim Wong Kalahkan Atta Halilintar Meski Subcribernya Kalah Jauh
Bukan hanya dari kalangan biasa. Artis pun juga mulai merambah aktifitas menggiurkan ini. Salah satunya adalah Baim Wong. Baim dikenal dengan konten-konten social experimen yang kreatif.
Memang dibanding Atta Halilintar, Baim Wong dengan kanal Youtube Baim Paula atau Bapau masih tertinggal. Menurut socialblade.com, diakses 22 Mei 2020, subcriber Atta Halilintar saat ini adalah sekitar 23,1 juta. Sedang Baim Paula 'masih' sekitar 13,2 juta subcriber.
Dari peringkat Baim Paula juga masih tertinggal. Jika Atta Halilintar berada pada peringkat pertama di tanah air, Baim Paula saat ini berada di peringkat ke tujuh.
Namun meski Baim Paula berada jauh di bawah Atta Halilintar dari segi peringkat dan subcriber, tetapi ternyata penghasilan per bulannnya mengalahkan Atta Halilintar. Menurut situs yang sama estimasi pendapatan bulanan Kanal Youtube Baim Paula adalah sekitar 74,6 ribu sampai dengan 1,2 juta US Dollar. Atau jika dirupiahkan dengan krus 14.500 per Dollar menjadi sekitar 1,081 miliar sampai dengan 17,4 miliar.
Penghasilan tersebut lebih tinggi dari Atta Halilintar. Menurut socialblade.com estimasi earning per bulan Atta Halilintar adalah sekitar 34,2 ribu sampai dengan 547,1 ribu US Dollar. Atau jika dirupiahkan menjadi sekitar 495,9 juta sampai dengan 7,93 miliar.
Lalu apa yang menyebabkan Baim Paula yang diperingkat ke tujuh lebih banyak pendapatannya dari pada Atta Halilintar?
Meskipun Baim Paula subcribernya tertinggal, tetapi trend penambahan subcribernya cukup signifikan. Dalam satu bulan terakhir kanal itu mampu meraub subcriber sekitar 2,7 juta. Sedang Atta Halilintar dalam periode yang sama 'hanya' ada penambahan sekitar 900 ribu subcriber saja.
Dari segi yang melihat video Baim Paula juga memimpin cukup jauh. Dalam 30 hari terakhir Atta Halilintar bisa meraup pemirsa sekitar 136,78 juta pemirsa. Sedang Baim Paula pada periode yang sama bisa dua kali lipat lebih dengan meraup sekitar 298,564 juta pemirsa.
Kanal milik Atta Halilintar dibuat tahun 2014, sedang milik Baim Wong tahun 2016. Dengan tren tersebut akankah Sang Youtuber nomor wahid akan bisa tersalip dalam beberapa waktu ke depan...?I]
Sumber : kaskus.co.id
Bukan hanya dari kalangan biasa. Artis pun juga mulai merambah aktifitas menggiurkan ini. Salah satunya adalah Baim Wong. Baim dikenal dengan konten-konten social experimen yang kreatif.
Memang dibanding Atta Halilintar, Baim Wong dengan kanal Youtube Baim Paula atau Bapau masih tertinggal. Menurut socialblade.com, diakses 22 Mei 2020, subcriber Atta Halilintar saat ini adalah sekitar 23,1 juta. Sedang Baim Paula 'masih' sekitar 13,2 juta subcriber.
Dari peringkat Baim Paula juga masih tertinggal. Jika Atta Halilintar berada pada peringkat pertama di tanah air, Baim Paula saat ini berada di peringkat ke tujuh.
Namun meski Baim Paula berada jauh di bawah Atta Halilintar dari segi peringkat dan subcriber, tetapi ternyata penghasilan per bulannnya mengalahkan Atta Halilintar. Menurut situs yang sama estimasi pendapatan bulanan Kanal Youtube Baim Paula adalah sekitar 74,6 ribu sampai dengan 1,2 juta US Dollar. Atau jika dirupiahkan dengan krus 14.500 per Dollar menjadi sekitar 1,081 miliar sampai dengan 17,4 miliar.
Penghasilan tersebut lebih tinggi dari Atta Halilintar. Menurut socialblade.com estimasi earning per bulan Atta Halilintar adalah sekitar 34,2 ribu sampai dengan 547,1 ribu US Dollar. Atau jika dirupiahkan menjadi sekitar 495,9 juta sampai dengan 7,93 miliar.
Lalu apa yang menyebabkan Baim Paula yang diperingkat ke tujuh lebih banyak pendapatannya dari pada Atta Halilintar?
Meskipun Baim Paula subcribernya tertinggal, tetapi trend penambahan subcribernya cukup signifikan. Dalam satu bulan terakhir kanal itu mampu meraub subcriber sekitar 2,7 juta. Sedang Atta Halilintar dalam periode yang sama 'hanya' ada penambahan sekitar 900 ribu subcriber saja.
Dari segi yang melihat video Baim Paula juga memimpin cukup jauh. Dalam 30 hari terakhir Atta Halilintar bisa meraup pemirsa sekitar 136,78 juta pemirsa. Sedang Baim Paula pada periode yang sama bisa dua kali lipat lebih dengan meraup sekitar 298,564 juta pemirsa.
Kanal milik Atta Halilintar dibuat tahun 2014, sedang milik Baim Wong tahun 2016. Dengan tren tersebut akankah Sang Youtuber nomor wahid akan bisa tersalip dalam beberapa waktu ke depan...?I]
Sumber : kaskus.co.id
Bukan hanya dari kalangan biasa. Artis pun juga mulai merambah aktifitas menggiurkan ini. Salah satunya adalah Baim Wong. Baim dikenal dengan konten-konten social experimen yang kreatif.
Memang dibanding Atta Halilintar, Baim Wong dengan kanal Youtube Baim Paula atau Bapau masih tertinggal. Menurut socialblade.com, diakses 22 Mei 2020, subcriber Atta Halilintar saat ini adalah sekitar 23,1 juta. Sedang Baim Paula 'masih' sekitar 13,2 juta subcriber.
Dari peringkat Baim Paula juga masih tertinggal. Jika Atta Halilintar berada pada peringkat pertama di tanah air, Baim Paula saat ini berada di peringkat ke tujuh.
Namun meski Baim Paula berada jauh di bawah Atta Halilintar dari segi peringkat dan subcriber, tetapi ternyata penghasilan per bulannnya mengalahkan Atta Halilintar. Menurut situs yang sama estimasi pendapatan bulanan Kanal Youtube Baim Paula adalah sekitar 74,6 ribu sampai dengan 1,2 juta US Dollar. Atau jika dirupiahkan dengan krus 14.500 per Dollar menjadi sekitar 1,081 miliar sampai dengan 17,4 miliar.
Penghasilan tersebut lebih tinggi dari Atta Halilintar. Menurut socialblade.com estimasi earning per bulan Atta Halilintar adalah sekitar 34,2 ribu sampai dengan 547,1 ribu US Dollar. Atau jika dirupiahkan menjadi sekitar 495,9 juta sampai dengan 7,93 miliar.
Lalu apa yang menyebabkan Baim Paula yang diperingkat ke tujuh lebih banyak pendapatannya dari pada Atta Halilintar?
Meskipun Baim Paula subcribernya tertinggal, tetapi trend penambahan subcribernya cukup signifikan. Dalam satu bulan terakhir kanal itu mampu meraub subcriber sekitar 2,7 juta. Sedang Atta Halilintar dalam periode yang sama 'hanya' ada penambahan sekitar 900 ribu subcriber saja.
Dari segi yang melihat video Baim Paula juga memimpin cukup jauh. Dalam 30 hari terakhir Atta Halilintar bisa meraup pemirsa sekitar 136,78 juta pemirsa. Sedang Baim Paula pada periode yang sama bisa dua kali lipat lebih dengan meraup sekitar 298,564 juta pemirsa.
Kanal milik Atta Halilintar dibuat tahun 2014, sedang milik Baim Wong tahun 2016. Dengan tren tersebut akankah Sang Youtuber nomor wahid akan bisa tersalip dalam beberapa waktu ke depan...?I]
Sumber : kaskus.co.id
Langganan:
Komentar (Atom)











